Mengenang Peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW

الخطبة الأولى

اَلْحَمْدُ للهِ اَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ، فَأَصْبَحَ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَالَّذِىْ جَمَعَهُمْ بِالتَّوْحِيْدِ وَاْلإِيْمَانِ وَالْيَقِيْنِ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ اَلْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ، وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيْمُ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

فَيَآأَيُّهَا النَّاسُ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ سُبْحَانَ الَّذِىْ اَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ اْلحَرَامِ اِلىَ الْمَسْجِدِ اْلأَقْصَى الَّذِىْ بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Jamaah Jum’at Rohimakumulloh

Marilah kita sama-sama meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan taat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi dari semua larangan-Nya. Dengan demikian Insya Allah kita akan mendapatkan kemuliaan dan kemenangan dari Allah SWT, sebagaimana yang telah dijanjikan Allah dalam Firman-Nya:

وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

“Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rosul-Nya, maka sesungguhnya ia mendapat kemenangan yang amat besar” (QS. Al Ahzab : 71)

Jamaah Jum’at Rohimakumulloh

Kita sebagai orang muslim semestinya harus berusaha agar kualitas iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT semakin meningkat. Memperbanyak dzikir dan merenungkan keagungan Allah SWT merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan tersebut. Oleh karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini kami mengajak kepada para jamaah semuanya untuk merenungkan kembali peristiwa yang sangat luar biasa yaitu peristiwa Isro’ Mi’roj Nabi besar, Nabi yang mulia, Nabi Muhammad SAW.

Isro’ Mi’roj adalah peristiwa yang sangat agung yaitu Allah SWT memberikan keistimewaaan kepada Nabi Muhammad SAW untuk melakukan perjalanan mulia bersama malaikat Jibril dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha Palestina, kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha ke Sidratil Muntaha, menghadap Allah SWT pencipta Alam semesta. Sebagaimana firman Allah dalam al-Quran:

سُبْحَانَ الَّذِىْ اَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ اْلحَرَامِ اِلىَ الْمَسْجِدِ اْلأَقْصَى الَّذِىْ بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ.

Maha suci Allah yang telah meperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelililngnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. Al-Isra’: 1)

Jamaah Jum’at Rohimakumulloh

Kisah Isra’ Mi’roj berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, diceritakan bahwa pada suatu malam dimana Nabi Muhammad SAW berada di Hijr Ismail dalam keadaan tidur, didatangi oleh Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail, kemudian Nabi dibawa ke telaga zam-zam dibaringkan dan dibedah untuk disucikan hatinya menggunakan air zam-zam, kemudian diisi hatinya dengan hikmah dan iman, sehingga hati Nabi penuh kesabaran, pengetahuan, keyakinan dan keislaman. Setelah diisi dengan bekal-bekal keimanan, kesabaran, keyakinan, pengetahuan, Malaikat Jibril menutup kembali seperti semula dan dibubuhi di pundaknya cap kenabian. Kemudian datanglah binatang “BUROK” yang kemudian dinaiki oleh Nabi Muhammad SAW didampingi Malaikat Jibril dan Mikail melakukan perjalanan Isro’ Mi’roj pergi-pulang hanya menggunakan waktu kurang dari satu malam.

Jamaah Jum’at Rohimakumulloh

Puncak dari Isro’ Mi’roj adalah Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT perihal kewajiban untuk melaksanakan sholat lima waktu dan diwajibkan bagi Nabi Muhammad SAW beserta umatnya.

Diterima perintah sholat langsung dari Allah SWT ini menunjukan kepada kita betapa pentingnya ibadah sholat bagi setiap muslim. Sholat adalah amal ibadah yang mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita mengabdi, menyembah dan pasrah kepada Allah SWT.

Dengan sholat yang dilaksanakan dengan khusyu’ dan khudhu’ akan menjadikan setiap orang yang mengerjakan sholat akan mendapatkan ketenangan dan ketentraman dalam perjalanan kehidupannya. Dalam al-Quran Allah SWT berfirman:

إِنَّ اْلإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا – اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا – وَاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًا اِلاَّ الْمُصَلِّيْنَ

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, apabaila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapatkan kebaikan ia amat kikir kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat” (QS. Al-Ma’aarij: 19-22)

Jamaah Jum’at Rohimakumulloh

Dari sepintas peristiwa Isro’ Mi’roj yang kami sampaikan, ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil dan diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Pertama, setiap laku agar kita dekat kepada Allah SWT harus didasari dengan keimanan, ketakwaan, kesabaran, keikhlasan dan hati yang suci, sebagaimana digambarkan sebelum Isro’ Mi’roj nabi dibersihkan hatinya dan diisi dengan hikmah dan keimanan.

Kedua, setiap perjalanan menuju ketaatan kepada Allah SWT pasti ada rintangan, gangguan yang menghambat. Gangguan itu, bisa datang dari syaitan maupun anusia.

Ketiga, Allah menunjukan kepada manusia barang siapa taat kepada Allah dan beramal sholih akan mendapatkan pahala yang sangat besar begitu juga sebaliknya bagi orang yang berbuat maksiat akan mendapatkan siksa.

Keempat, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha dan berhenti di tempat-tempat bersejarah dari para nabi pendahulu, memberikan petunjuk kepada kita pentingnya menjaga keimanan dan kemakmuran masjid serta menjaga tonggak sejarah para pendahulu.

Kelima, kewajiban setiap muslim untuk menegakkan sholat lima waktu yang merupakan bagian dari rukun Islam dan media untuk menghadap dan menyembah Allah SWT bahkan Nabi bersabda: Sholat adalah mi’rojnya orang-orang mukmin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ اِنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

الخطبة الثانية

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ. صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ

أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ وَافْعَلُوْا الْخَيْرَاتِ وَاجْتَنِبُوْا عَنِ السَّيِّئَاتِ. قَالَ اللهُ تَعَالَي اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. فَاَجِيْبُوْا اللهَ عِبَادَ اللهِ اِلَى مَا دَعَاكُمْ وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا عَلَى مَنْ بِهِ اللهُ هَدَاكُمْ. اَلَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَآرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ  وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ  إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ اُمَّةَ سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَلَّلهُمَّ ارْحَمْ اُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَلَّلهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَنَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذِهِ بَلْدَةً طَيِّبَةً تَجْرِيْ فِيْهَا اَحْكَامُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ يَا اِلَهَنَا وَاِلَهَ كُلِّ شَيْئٍ هَذَا حَالُنَا يَا اللهٌ لَايَخْفَي عَلَيْكَ. اَلَّلهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَاْلفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً  إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بالإِيـْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ  وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Disusun Oleh : Drs. KH. Muhammad Ilyas, M.Si (Mustasyar PCNU Gunungkidul)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Pin It on Pinterest