Haflah Attasyakur Wal Ikhtitam ke-5 API Ponpes Riyadlotut Tholibin Garotan Berlangsung Sukses

Semin, nugeka.com – Santri API Pondok Pesantren Riyadlotut Tholibin Garotan, Semin sukses menyelenggarakan kegiatan Haflah Attasyakur Wal Ikhtitam ke-5 yang ditutup dengan pengajian akbar pada malam hari dengan penuh khidmat dan antusiasme masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kapanewon Semin, pengurus MWCNU Semin dan Ngawen, serta jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gunungkidul. Hadir secara langsung Ketua PCNU Gunungkidul KH. Sa’ban Nuroni, Ketua Bidang Kepemudaan PCNU Gunungkidul KH. Harsono, serta Ketua GP Ansor Kabupaten Gunungkidul Gus H. Luthfi Kharis Mahfudz.

Pengajian akbar tersebut merupakan rangkaian puncak dari Haflah Attasyakur Wal Ikhtitam ke-5 API Ponpes Riyadlotut Tholibin Garotan. Sebelumnya, telah dilaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya khataman Al-Qur’an bersama mahasiswa KKN IIQ An-Nur Ngrukem, penutupan Majelis Sholawat Jibril dua hari sebelumnya, serta kegiatan malam widodaren pada malam menjelang pengajian akbar.

Dalam pengajian akbar ini, hadir sebagai pemberi mauidhotul hasanah KH. Izzudin Pengasuh Ponpes API Asri Tegalrejo. Sementara itu, Gus Munada dari Bantul didapuk sebagai Rois Maulid, yang diiringi oleh grup hadroh Narju Syafaah dari Gunungkidul.

Dalam tausiyahnya, KH. Izzudin menekankan pentingnya peran anak sebagai investasi berharga bagi orang tua dan bangsa. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan anak, khususnya pendidikan agama di pesantren, merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.

“Anak adalah investasi yang paling berharga. Di zaman sekarang, banyak anak mulai lupa adab dan tata cara berbahasa kepada orang yang lebih tua. Maka memondokkan anak adalah ikhtiar yang sangat tepat untuk menjaga akhlak dan masa depan mereka,” tutur beliau.

Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur dapat hidup di Indonesia khususnya di tanah Jawa yang kaya akan budaya sopan santun, adab, dan tata krama yang luhur, yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Kegiatan ini berjalan dengan tertib, aman, dan penuh keberkahan. Panitia dan santri berharap Haflah Attasyakur Wal Ikhtitam ini dapat menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah serta meningkatkan semangat masyarakat dalam mendukung pendidikan pesantren. 

Kontributor: DuoMedia_Api Garotan