STAI Yogyakarta Kukuhkan Pengurus JQH Periode Baru
Wonosari, nugeka.com – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam melalui kegiatan rutin Khataman Al-Qur’an yang diselenggarakan pada Kamis, 05 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan ini bertempat di Masjid Ki Ageng Giring, lingkungan kampus STAI Yogyakarta, dan dirangkaikan dengan pengukuhan kepengurusan Jam’iyatul Qurro’ Wal Huffadz (JQH) STAI Yogyakarta.
Acara diawali dengan sima’an Al-Qur’an satu juz yang diikuti oleh para mahasiswa, dosen, serta pengurus JQH. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid, menciptakan suasana religius dan menenangkan hati para jamaah yang hadir. Kegiatan sima’an ini menjadi simbol kuat dari semangat menjaga dan menghidupkan Al-Qur’an di lingkungan akademik STAI Yogyakarta.
Setelah sima’an Al-Qur’an selesai, acara secara resmi dibuka oleh Ahmad Badri mahasiswa aktif STAI Yogyakarta sebagi pembawa acara dengan mengajak seluruh hadirin untuk membaca Surat Al-Fatihah secara bersama-sama, sebagai bentuk tawassul dan permohonan keberkahan atas seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.
Suasana semakin khidmat ketika acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW yang dibawakan oleh Grup Hadroh An-Nahdhoh STAI Yogyakarta. Iringan rebana dan lantunan shalawat tersebut menambah nuansa spiritual serta menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW di hati para peserta.
Memasuki sesi sambutan, Ketua STAI Yogyakarta, Dr. Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, pengurus JQH, serta mahasiswa dan mahasiswi STAI Yogyakarta yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan khataman Al-Qur’an dan penguatan organisasi keagamaan seperti JQH merupakan bagian penting dari visi STAI Yogyakarta dalam mencetak generasi akademisi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.
Beliau juga menegaskan dukungannya terhadap setiap kegiatan positif yang dilaksanakan oleh mahasiswa, khususnya yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter.
Setelah sambutan ketua STAI Yogyakarta, acara dilanjutkan dengan dzikir tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Ulin Nuha, S.Pd.I., M.Pd.I., dosen STAI Yogyakarta. Dzikir dan doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon agar seluruh civitas akademika STAI Yogyakarta senantiasa diberikan keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta keistiqamahan dalam menjaga nilai-nilai keislaman.
Agenda utama selanjutnya adalah pengukuhan kepengurusan Jam’iyatul Qurro’ Wal Huffadz (JQH) STAI Yogyakarta. Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua JQH Gunungkidul, Kyai Muhsin Alimi Al Hafidz. Dalam pengukuhan tersebut, sebanyak 16 pengurus harian secara resmi dilantik dan diamanahi untuk menjalankan roda organisasi JQH STAI Yogyakarta pada periode kepengurusan yang baru. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran JQH sebagai wadah pembinaan para qari’ dan hafidz Al-Qur’an di lingkungan kampus.
Usai prosesi pengukuhan, acara dilanjutkan dengan mau’idhah hasanah yang disampaikan oleh Kyai Muhsin Alimi Al Hafidz. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada mahasiswa STAI Yogyakarta yang telah berjuang menghafal dan menjaga Al-Qur’an di tengah kesibukan akademik. Beliau menekankan pentingnya muraja’ah atau mengulang hafalan secara terus-menerus agar hafalan Al-Qur’an tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, beliau juga berpesan agar para mahasiswa senantiasa menghormati dan memuliakan para guru, karena keberkahan ilmu sangat bergantung pada adab kepada guru. Tidak kalah penting, Kyai Muhsin Alimi juga mengajak seluruh hadirin untuk selalu istiqamah dalam menjalankan kegiatan-kegiatan positif, seperti khataman Al-Qur’an rutin yang telah menjadi tradisi di STAI Yogyakarta.
Pada sesi lain-lain, Dr. Ulin Nuha, S.Pd.I., M.Pd.I. kembali menyampaikan nasihat yang sarat makna. Beliau mengingatkan seluruh mahasiswa agar selalu rendah hati dan tidak sombong atas ilmu yang telah Allah titipkan. Menurut beliau, ilmu sejatinya bukan untuk disombongkan, melainkan untuk diamalkan dan menjadi jalan pengabdian kepada Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, beliau mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali tentang empat golongan manusia berdasarkan kesadaran ilmunya, serta menegaskan bahwa seorang mukmin hendaknya berusaha menjadi manusia yang mengetahui dan sadar akan ilmunya, serta menjauhi sifat merasa paling tahu.
Rangkaian kegiatan Khataman Al-Qur’an dan Pengukuhan Pengurus JQH STAI Yogyakarta ini ditutup dengan pembacaan tahmid secara bersama-sama sebagai ungkapan rasa syukur. Acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan dan makan bersama, yang berlangsung penuh keakraban dan mempererat ukhuwah antar civitas akademika STAI Yogyakarta.
Melalui kegiatan ini, STAI Yogyakarta berharap tradisi membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat peran organisasi JQH sebagai motor penggerak kegiatan keagamaan di lingkungan kampus.
Kontributor: Ahmad Badri.
