STAI Yogyakarta Wisuda 57 Mahasiswa, Ketua PWNU DIY Tekankan Tiga Mandat Lulusan NU

IMG-20260813-WA0007

Gunungkidul, nugeka.com – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 pada Ahad, 9 Agustus 2026. Bertepatan dengan 25 Shafar 1448 H, prosesi wisuda berlangsung di Auditorium Swardiyono Kampus STAI Yogyakarta dan diikuti 57 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi.

Sidang Senat Terbuka tersebut menjadi momentum penting bagi STAI Yogyakarta dalam mengantarkan para lulusan untuk kembali ke tengah masyarakat dengan membawa bekal keilmuan, nilai keagamaan, serta tanggung jawab sosial.

Prosesi wisuda turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Sekretaris PWNU DIY Dr. Muhajir, S.Pd.I., M.Si., Koordinator Kopertais Wilayah III DIY, serta perwakilan Bupati Gunungkidul. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pesan dan motivasi kepada para lulusan.

Bupati Gunungkidul yang berhalangan hadir diwakili oleh Suprianto, S.E., M.T., selaku Staf Ahli Bupati bidang Sosial Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Dalam sambutannya, Suprianto menyampaikan ucapan selamat kepada 57 wisudawan dan wisudawati. Ia juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi STAI Yogyakarta dalam bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.

“STAI Yogyakarta telah konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berbudaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris PWNU DIY Dr. Muhajir, S.Pd.I., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan serta seluruh civitas akademika STAI Yogyakarta.

Ia menekankan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik. Para lulusan memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.

Menurutnya, terdapat tiga mandat penting yang perlu diemban para lulusan. Pertama, mandat ideologi. Para lulusan diharapkan menjadi bagian dari kader Nahdlatul Ulama yang mampu menebarkan nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah secara bijak dan moderat.

Kedua, mandat sosial keagamaan. Lulusan diharapkan mampu mengambil peran sebagai penggerak kegiatan sosial dan keagamaan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ketiga, mandat nalar berpikir. Para lulusan perlu terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif agar mampu menghadapi perubahan dan tantangan zaman.

Pesan tersebut menjadi penting bagi para lulusan STAI Yogyakarta yang akan memasuki lingkungan masyarakat dengan beragam persoalan dan kebutuhan. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sosial, keagamaan, pendidikan, maupun dunia kerja.

Pesan tentang pentingnya kemampuan berpikir juga disampaikan Koordinator Kopertais Wilayah III DIY. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata diarahkan untuk membentuk seseorang agar memiliki keterampilan tertentu dalam dunia kerja.

“Yang dibutuhkan oleh peserta didik di semua level bukanlah keterampilan khusus untuk bekerja di bidang tertentu. Yang paling penting adalah bagaimana berpikir logis, kreatif, dan kritis. Logic is the foundation of everything,” tegasnya.

Ia juga membagikan pengalaman selama lebih dari satu dekade di Belanda. Menurutnya, salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pendidikan adalah kemampuan peserta didik untuk mempertanyakan berbagai hal, melihat persoalan dari sudut pandang berbeda, serta membangun kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi 57 lulusan STAI Yogyakarta agar tidak berhenti pada capaian akademik. Para wisudawan diharapkan terus belajar, mampu membaca perubahan zaman, serta memiliki keberanian untuk memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sidang Senat Terbuka STAI Yogyakarta tahun akademik 2025/2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat.

Dengan bekal keilmuan, nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif, para lulusan diharapkan mampu mengambil peran di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari generasi yang berintegritas, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.

Wisuda 57 mahasiswa STAI Yogyakarta pun menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, agama, dan bangsa.