Litetasi Digital PBNU Menyasar 200 Santri Gunungkidul

Wonosari, nugeka.com – Kegiatan Literasi Digital PBNU dan Kominfo bertajuk “Santri Cakap Digital” sukses digelar di Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad pada Senin 22, Agustus 2022. Acara ini diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) mulai pukul 13.30 WIB sampai 17.00 WIB.

Secara daring, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan sekaligus pengantar. Ia menuturkan bahwa program ini merupakan program berskala besar yang melibatkan Lakpesdam PBNU, LTNU, LDNU, RMI, dan Lembaga Pendidikan Maarif. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan merupakan sebuah ikhtiar bersama untuk mewujudkan suasana pergaulan digital yang positif dan maslahah.

Program ini, lanjut Yahya, dirancang agar khalayak, utamanya santri, dapat menyikapi informasi dengan bijak. Di dalam wawasan NU, informasi bukan hanya terkait dengan dimensi aqliyah, namun lebih mendalam. Beragama bukan hanya mengamalkan tetapi menghubungkan diri dengan sanad keagamaan yang bersambung hingga Rasulullah SAW.

Selanjutnya, dalam sambutan secara daring, Kominfo memberikan pengantar tentang pentingnya keamanan digital.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, KH. Chasan Abdullah yang juga Pengasuh Pondok Pesantren As Salafiyah Mlangi. Ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kegiatan ini.

“Bila dulu santri berperang hanya dengan panggung dakwah, maka dari dulu NU menang. Sekarang, dunia digital pun harus dikuasai para santri. Literasi digital sangat penting untuk memenangkan pertarungan media, yakni pertarungan tanpa tentara namun dampaknya lebih besar dibanding dengan perang sesungguhnya,” papar Kiai Chasan.

Senada dengan Kiai Chasan, Pengasuh Ponpes Darul Qur’an wal Irasyad, KH Haris Masduqi juga mengapresiasi kegiatan PBNU ini. Ia berharap kegiatan ini mampu membekali santri sehingga mampu berkiprah lebih besar. Ia juga berharap, dengan adanya kegiatan ini santri tidak menjadi korban digital.

Kegiatan ink menyasar 200 santri Gunungkidul, khususnya PP Darul Quran Wal Irsyad. Tetlibat dalam kegiayan ini PC Fatayat Gungkidul sebagai panitia.

Wakil Ketua Lakpesdam NU yang sekaligus menjadi moderator Khotimatul Husna SAg memaparkan bahwa pesantren memiliki peran dalam membangun peradaban.

Literasi Digital dari PBNU dan Kominfo menghadirkan 3 narasumber yaitu Rumtini Med PhD (Pengurus Lakpesdam PBNU) melalui ceramah daring, dan Mustaghfiroh Rahayu MA (Dosen Sosiologi), serta Akhmad Nasir dari Lakpesdam NU DIY.


Kontributor: Litbang PC Fatayat Gunungkidul

Pin It on Pinterest