PCNU Gunungkidul Resmi Buka Klinik Pratama Rawat Jalan NU

IMG_20260918_171058

Gunungkidul, www.nugeka.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gunungkidul resmi membuka Klinik Pratama Rawat Jalan NU melalui acara Grand Opening yang digelar pada Jumat (18/9/2026). Kehadiran klinik yang berlokasi di Dusun Sumbermulyo RT 04/RW 03, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul tersebut menjadi langkah baru PCNU Gunungkidul dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Acara peresmian dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Ismono, Ketua PWNU DIY KH Ahmad Zuhdi Muhdlor, Staf Ahli Bupati Gunungkidul Johan Eko Sudarto, Rais Syuriah PCNU Gunungkidul KH Muhammad Tohari, serta Ketua Tanfidziah PCNU Gunungkidul KH Sa’ban Nuroni. Hadir pula jajaran pengurus MWC dan ranting NU se-Kabupaten Gunungkidul, pengurus badan otonom dan lembaga NU Gunungkidul, perwakilan Pondok Pesantren, serta tokoh masyarakat.

Ketua Tanfidziah PCNU Gunungkidul KH Sa’ban Nuroni menyampaikan rasa syukurnya karena di penghujung masa kepengurusan PCNU Gunungkidul yang akan berakhir pada Desember mendatang, pihaknya dapat merealisasikan pembukaan Klinik Pratama Rawat Jalan NU.

Menurutnya, hadirnya klinik tersebut merupakan hasil dari rangkaian proses yang cukup panjang. Proses tersebut mencakup pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), perizinan tata ruang, perizinan operasional klinik, hingga proses akreditasi. Klinik Pratama Rawat Jalan NU bahkan telah memperoleh akreditasi paripurna.

Selain itu, PCNU Gunungkidul telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan melalui skema BPJS di klinik tersebut. Masyarakat perlu memilih atau menyesuaikan fasilitas kesehatan (faskes) mereka agar dapat memperoleh layanan melalui Klinik Pratama Rawat Jalan NU.

“Lalu kami melakukan MoU dengan BPJS Kesehatan dan pada 1 September 2026 MoU dengan BPJS telah kita lakukan. Sehingga jika bapak ibu memiliki Mobile JKN, klinik rawat jalan NU ini sudah ada dan bisa digunakan,” ujar KH Sa’ban.

Ia menjelaskan, Grand Opening dilakukan agar keberadaan klinik tersebut dapat segera dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Pelayanan kesehatan yang diberikan PCNU Gunungkidul terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa memandang golongan. KH Sa’ban berharap klinik tersebut menjadi pijakan awal bagi pengembangan layanan NU di bidang kesehatan. Ke depan, PCNU Gunungkidul berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui sektor kesehatan.

Sementara itu, Ketua PWNU DIY KH Ahmad Zuhdi Muhdlor menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki dua mandat yang harus berjalan secara beriringan, yakni mandat diniyah atau keagamaan dan mandat ijtima’iyah atau sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, NU tidak hanya memiliki tanggung jawab memastikan kehidupan keagamaan berjalan pada jalur yang benar, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghadirkan program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Klinik Pratama Rawat Jalan NU ini adalah mandat ijtima’iyah,” kata KH Ahmad Zuhdi Muhdlor.

Ia mengapresiasi langkah PCNU Gunungkidul yang mulai menerjemahkan kedua mandat tersebut dalam bentuk program nyata. Selain pendirian klinik, ia juga menyinggung kerja sama PCNU Gunungkidul dengan lembaga wakaf dan Institut Pertanian Bogor dalam pengelolaan tanah wakaf sebagai bagian dari upaya memperkuat kiprah NU sebagai jam’iyah ijtima’iyah.

KH Zuhdi juga mengingatkan jajaran pengurus NU hingga tingkat ranting agar memahami dan menjalankan mandat tersebut secara konkret.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam Muktamar NU di Jombang terdapat sejumlah program mandatori yang menjadi perhatian organisasi, salah satunya di bidang pendidikan. Menurutnya, NU tidak boleh absen dalam menangani persoalan pendidikan sehingga PCNU perlu memperkuat sinergi dengan LP Ma’arif, lembaga pendidikan, majelis taklim, dan pondok pesantren sebagai basis pendidikan di kalangan NU.
Mandatori berikutnya adalah bidang kesehatan.

Menurut KH Zuhdi, kesehatan telah dicanangkan secara tegas sebagai salah satu perhatian bersama dan menjadi bagian dari indikator klasifikasi kepengurusan NU. Untuk mencapai peringkat A, salah satu kriterianya adalah cabang memiliki klinik atau rumah sakit.
Selain pendidikan dan kesehatan, ia menyebut bidang dakwah dan kemasjidan sebagai mandat lainnya. Pengelolaan masjid perlu dilakukan secara baik, disertai pendidikan dai yang bersertifikat dan berjenjang dari tingkat PCNU. Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada PCNU Gunungkidul atas berdirinya Klinik Pratama Rawat Jalan NU tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bupati Gunungkidul Johan Eko Sudarto mewakili Bupati Gunungkidul, Endah Subekti menyampaikan apresiasi atas hadirnya Klinik Pratama Rawat Jalan NU. Menurutnya, pendirian klinik tersebut merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus bentuk khidmat NU kepada masyarakat. Ia menilai pelayanan kesehatan merupakan ikhtiar yang mulia sehingga keberadaan klinik harus dilandasi keyakinan dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Johan juga menekankan pentingnya sinergi antara pihak klinik, Dinas Kesehatan, dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan diresmikannya Klinik Pratama Rawat Jalan NU, PCNU Gunungkidul berharap layanan kesehatan tersebut dapat menjadi bagian dari kontribusi NU dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi langkah awal pengembangan pelayanan kesehatan NU di Kabupaten Gunungkidul. (And)