PC Fatayat NU Gunungkidul Gelar Silaturahmi Kader dan Peringatan Harlah NU ke-96

Wonosari, (NUGeKa) – Peringatan Harlah NU ke-96 kali ini diperingati oleh PC Fatayat NU Gunungkidul dengan melaksanakan motivasi dan penguatan kader yang digelar pada Ahad, (30/1) bertempat di aula SMK Ma’arif Wonosari.

Agenda ini dihadiri oleh Ketua PCNU Gunungkidul Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA., Hj. Dyah Sunaryanta Ibu Bupati Gunungkidul, Ketua PAC Fatayat NU se Kabupaten Gunungkidul, Ketua ketua Pimpinan Ranting Fatayat NU, Ketua Ketua Lembaga di bawah Fatayat NU Gunungkidul yang meliputi: Garda Fatayat NU, LKP3A (Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak), FORDAF (Forum Daiyah Fatayat), IHF (Ikatan Hafidzoh Fatayat), Koperasi Yasmin Fatayat NU Kabupaten Gunungkidul.

Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU Gunungkidul, Laily Fauziyah, S.Pd.I menyampaikan bahwa Pimpinan Cabang Fatayat NU hingga saat ini telah berhasil membentuk 17 PAC Fatayat NU di tingkat Kapanewon dan 16 Pimpinan Ranting di tingkat Kalurahan di Gunungkidul. Fatayat NU adalah organisasi perempuan muda NU di kabupaten Gunungkidul yang aktif dan dinamis serta memegang teguh ajaran Ahlussunah wal Jamaah An Nahdliyah. Salah satu bidang yang menjadi perhatian khusus Fatayat NU adalah LKP3A. Bidang ini sudah beberapa kali melaksanakan tugasnya dalam upaya pendampingan dan penguatan psikologis perempuan saat mengalami masalah psikis akibat KDRT, Perceraian, maupun Parenting. LKP3A tahun 2021 yang lalu juga telah sukses menyelenggarakan edukasi pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di 15 titik, 10 majelis taklim dan 5 Pondok Pesantren di Gunungkidul. Bidang yang lain, yakni Koperasi Yasmin Fatayat NU sudah melaksanakan pelatihan Batik Ekoprint, cooking class bersama roti wonosari, serta juga telah menjadi penyedia jasa catering.

Garda Fatayat NU adalah kumpulam pemudi Fatayat NU yang konsen dibidang tanggap bencana, protokoler, dan rescue. Sedangkan IHF dan FORDAF, telah melaksanakan rutinan sema’an Alqur’an dan kajian kitab bersama Daiyah Fatayat NU Gunungkidul.

Selanjutnya pada 26-27 Maret 2022 mendatang akan dilaksanakan Konferwil PW Fatayat NU DIY di Gunungkidul. Dengan demikian, PC Fatayat NU Gunungkidul akan menjadi tuan rumah dalam hajat besar PW Fatayat NU DIY. Adapun rangkaian agenda Konferwil PW Fatayat NU DIY adalah:

  1. Wisata Ruhani dan Rihlah Ilmiyah yang akan diselenggarakan pada 30 januari s.d 1 Februari 2022
  2. Seminar Internasional “Gerakan Perjuangan Perempuan NU Dunia” pada 14 Februari 2022
  3. Peluncuran Buku sejarah Fatayat NU
  4. Konvensi Kader “Calon Pemimpin Fatayat NU DIY Masa Depan” pada bulan Maret 2022
  5. Konferensi Wilayah Fatayat NU DIY, pada 26-27 Maret 2022

Selain menjadi tuan rumah Konferwil Fatayat NU DIY, PC Fatayat NU Gunungkidul juga akan menyelenggarakan Konfercab PC Fatayat NU Kabupaten Gunungkidul yang akan digelar bulan Mei 2022 mendatang. Rangkaian acaranya meliputi : acara hari ini, yaitu Silaturahmi Kader dan Peringatan Harlah NU ke-96, Pelatihan Metode Yan Bu’ 12-13 Februari 2022, Ziaroh Wali, Apel Akbar DTD Garfa, Serta Muqodaman dan Mujahadan dalam rangka Harlah Fatayat NU tanggal 24 april.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Gunungkidul Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA. Menyampaikan rasa bangga, dan apresiasi yang tinggi kepada PC Fatayat NU yang sudah melaksanakan dakwah Islamiah dengan sebegitu semangatnya. Lebih lanjut Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA. menegaskan “Tujuan mendirikan NU adalah untuk dakwah Islamiah, jadi seluruh banom ataupun Lembaganya adalah untuk mendakwahkan Islam. Islam yang dimaksud adalah Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin. Aswaja adalah sebuah paham yang berprinsip moderat, salah satu komitmen terhadap Aswaja adalah setia kepada NKRI, alasannya adalah karena Hubbul Waton minal Iman. Pancasila secara tidak langsung merupakan implementasi dari Ahlussunah wal Jama’ah. Nasionalisme NU sampai saat ini tetap terjaga dengan baik. Dengan prinsip tasamuh, tawasuth, dan tawazun. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mengharuskan kader kader Fatayat NU memiliki prinsip :

  1. Karakter atau akhlak yang baik. Jika karakter dan akhlaknya baik, maka zaman apapun akan dapat dilalui dengan baik pula.
  2. Kompetensi. Kemampuan dan kecakapan adalah modal yang penting untuk kita dapat memperoleh kesempatan baik, sehingga peluang untuk maju dan berkembang akan terbuka lebar.
  3. Komunikasi. Kemampuan komunikasi yang baik akan membuat Fatayat NU mampu berjejaring yang luas.
  4. Kolaborasi. Bekerja sama dengan banyak pihak akan memudahkan kita dalam berjuang mencapai apa yang dicita-citakan
  5. Literasi : keterbukaan wawasan, misalnya datang ke majelis taklim seperti ini, termasuk literasi seni dan budaya. Seluruh bidang seni menjadi peluang bagi perempuan muda NU. Kalau takut terhadap tantangan maka kita tidak akan maju. Berkhidmah butuh tenaga, pikiran bahkan dana. Karakter yang memandang bahwa semua persoalan yang sulit sekalipun pasti ada jalan keluar. Tetapi dibalik kesulitan itu, akan ada banyak hikmah.

“Jalani dengan penuh ketekunan dan keseriusan, dan Allah akan membukakan jalan” jelas Drs. H.Sa’ban Nuroni dalam sambutannya.

Kontributor : NF

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Pin It on Pinterest