Peringatan Harlah NU ke-96 dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ruang Belajar di PP. An Nur Srimpi  

Karangmojo, (NUGeKa) – Pengurus Pondok Pesantren An Nur Srimpi Karangmojo menyelenggarakan Pengajian Selapanan Ahad Legi yang dirangkai dengan Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-96 (Tahun Masehi) dan Peletakan batu pertama pembangunan ruang belajar santri, yang dilaksanakan di kompleks Pondok Pesantren An Nur Putri, Srimpi Karangmojo pada Ahad (30/1) siang.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua PCNU Gunungkidul Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA didampingi Wakil Ketua PCNU Gunungkidul Harsono, S.Ag, MA., Pengurus MWC NU Karangmojo Sugiyo, S.Ag, M.Pd.I (Ketua) dan KH. Muhammad Syaiful Hadi, M.Pd. (Rois Syuriyah), Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompika) Karangmojo yakni Panewu Drs. H. Marwata Hadi, M.Si., Kapolsek dan Danramil Karangmojo, serta tokoh masyarakat, wali santri dan alumni Pondok Pesantren An Nur. Sebagai pembicara dalam pengajian tersebut KH. Imam Aladin Noor dari Purworejo.

KH. Ja’far Abdus Syakur selaku pengasuh menyampaikan, pengajian rutin dilaksanakan setiap ahad legi bagi wali santri dan alumni. Namun kali ini lebih spesial karena menyambut Harlah NU ke-96 dan peletakan batu pertama pembangunan ruang belajar bagi santri, yang juga untuk siswa SMP Pembangunan Karangmojo Boarding School mulai tahun pelajaran 2022/2023. “Peletakan batu pertama ini sebagai awal dibangunnya gedung yang ditargetkan selesai bulan Mei 2022, nantinya akan digunakan untuk ruang belajar santri dan siswa yang lebih berkualitas dengan target-target yang sudah dipersiapkan”, kata Kyai Ja’far.

Panewu Karangmojo Drs. H. Marwata Hadi, M.Si. dalam sambutannya mengucapkan selamat atas Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-96, semoga semakin membawa manfaat bagi masyarakat. Selain itu Panewu mengharapkan pembangunan ruang belajar santri berjalan dengan lancar dan segera terwujud bangunannya untuk dimanfaatkan para santri dan siswa SMP Pembangunan Boarding School.

Sementara itu, Ketua PCNU Gunungkidul Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA menyampaikan ikut berbahagia dengan adanya peletakan batu pertama pembangunan ruang belajar, “Semoga segera jadi bangunannya, Amin ya robbal alamin”. Kyai Sa’ban juga baru mengetahui bahwa di Pondok An Nur terdapat pengajian selapanan sehingga di kesempatan lain ingin bisa hadir lagi. Mengenai Harlah NU ke-96, beliau menyampaikan bahwa itu dihitung berdasarkan tahun masehi/miladiyah, sedangkan jika dihitung dengan tahun hijriyah, Nahdlatul Ulama sudah berusia 98 tahun.

Selanjutnya, dalam mau’idhoh hasanahnya KH. Imam Aladin Noor menyampaikan bahwa santri mondok itu harus dalam waktu yang lama agar bisa memperoleh ilmu yang bermanfaat. Diibaratkan dengan sekolah umum mulai dari SD/MI hingga setingkat SMA itu butuh waktu 12 tahun, maka mondok pun juga harus lama. “Paling tidak 6 tahun mondoknya agar bisa memperoleh ilmu dan pengalaman yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat luas”, kata Kyai Aladin. (Fatah/I2m)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Pin It on Pinterest