Turba PCNU Gunungkidul; Mengelola Organisasi Jangan dengan Pendekatan Instruksi

Wonosari, (NUGeKa) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gunungkidul mengadakan turba pada tanggal 4 dan 11 Februari 2022. Kepada NUGeka, Sekretaris PCNU, H. Masduqi, S.Ag menyampaikan bahwa turba kali ini sebagai tindak lanjut dari musker PCNU dan dalam rangka peringatan harlah NU tahun 1443 H.

Turba di Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Wonosari dilaksanakan di Musholla Miftahus Salam, Wareng 3, Wareng. Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus MWC dan Perwakilan Ranting NU se-Wonosari.

Dalam kesempatan ini, Rais Syuriyah, Drs. KH. Bardan Utsman, M.Pd menyampaikan bahwa silaturrahim sebagai sarana komunikasi dan koordinasi antara PC, MWC, dan PRNU. Ia menyampaikan bahwa dalam mengelola organisasi NU, jangan dengan pendekatan Instruksi. “Perkuat Silaturrahim Jamaah, hidupkan lailatul ijtima’ setiap tanggal 15 Qomariyah,” pungkasnya.

Sementara, Katib Syuriyah PCNU, H. Zudi Rahmanto, S.Ag, M.Ag, menyampaikan pentingnya memelihara dan revitalisasi amaliah an-Nahdliyyah. “Tumbuhkan jiwa ke-NU-an jamaah dengan melibatkan mereka dalam event-even Ke-NU-an, seperti tradisi urun NUK (nasi bungkus) dalam pengajian,” terangnya.

Dari Pengurs Tanfidziyah, H. Supriyanto, S.Ag., M.S.I dan Kholis Muhajir , S.Ag., M.S.I menyampaikan beberapa hal penting tentang keorganisasian. Pertama, memperkenalkan struktur PCNU lengkap dengan pembagian wilayah binaan. Kedua, MWC harus tertib dalam berorganisasi, dalam proses Konferensi, penyusunan struktur kepengurusan sampai tingkat lembaga. Ketiga, rangkap jabatan di kepengurusan NU dengan pengurus parpol tidak dibenarkan.

Terpisah, Sekretaris MWC Gedangsari, Panut Marwanto, S.Pd.I mengapresiasi langkah PCNU yang aktif mengadakan turba. Ia mengingat bahwa dalam kepengurusan yang baru saja dilantik sudah melakukan 2 atau 3 kali turba ke MWC Gedangsari. Kegiatan ini sangat penting bagi pergerakan NU di arus bawah. Dengan adanya turba PCNU, pengurus MWC dan ranting akan termotivasi untuk terus berkiprah di NU.

Panut juga sangat senang dengan adanya pembagian wilayah. “Dengan adanya pembagian kewilayahan di tingkat PCNU, apabila di MWC ada permasalahan, komuniasi akan lebih jelas dan cepat.”

Panut berharap bahwa kegiatan turba ke depannya penekanannya adalah nilai-nilai keaswajaan. Pendidikan kader yang sempat digemakan perlu untuk dihidupkan kembali karena sangat besar manfaatnya di tingkat bawah. Selain di Wonosari dan Gedangsari, kegiatan turba pada tanggal 4 Februari 2022 juga di lakukan di MWC Patuk, Purwosari, Rongkop, Nglipar, Karangmojo, Ponjong, dan Ngawen. Dijadwalkan pula, tanggal 11 Februari 2022 akan diadakan turba ke MWC Semin, Playen, Saptosari, Semanu, Girisubo, Paliyan, Tanjungsari, Tepus, dan Panggang. [ant].

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Pin It on Pinterest