Turba PWNU DIY ke Gunungkidul
Wonosari, nugeka.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gunungkidul mengadakan rapat pleno di Aula PCNU pada Jumat, 13 Maret 2026. Rapat dalam rangka evaluasi kegiatan dan menanggapi silaturrohim PWNU DIY. Hadir dari PWNU DIY, Rois Syuriyah KH Mas’ud Masduqi, KH Hasan Abdullah, dan jajaran syuriyah serta tanfidziyah lain.
Kiai Mas’ud mengatakan bahwa PWNU DIY pada bulan Ramadhan melakukan turba terakhir karena periode kepengurusan sudah akan habis. Meski sudah terakhir, namun roda organisasi harus terus berjalan. Ia berpesan bahwa kita harus berkhitmah ke NU, baik menjadi pengurus ataupun tidak. Pengurus harus bisa mengurus, jangan sampai menjadi urusan.
Kiai Hasan, selaku Pengurus Tanfidziyah PWNU DIY, mengatakan bahwa ada 2 dinamika yang perlu menjadi perhatian akhir-akhir ini, yakni organisasi dan sosial keagamaan. Namun demikian, yang paling penting bagi kita adalah merealisasikan program kerja yang ada untuk kemaslahatan umat.
Ketua Tanfidziyah PCNU Gunungkidul, H. Sa’ban Nuroni MA mengatakan bahwa PCNU Gunungkidul terus membangun konsolidasi. PCNU baru saja mengadakan turba ke 18 MWC NU se-Kabupaten Gunungkidul serta safari tarawih ke masjid-masjid NU. Selain itu, PCNU Gunungkidul juga telah melaksanakan kegiatan harlah 1 Abad NU versi miladiyah. PCNU saat ini masih terus berusaha menyelesaikan ijin operasional Klinik Pratama NU Gunungkidul.
Sekretaris PWNU DIY, Dr Muhajir berdiskusi dengan para peserta rapat terkait model kepemimpinan NU dan wakaf di NU.
