Santri MTs IIBS Darul Qur’an Ciptakan Smart Cleaning Robot
Wonosari, nugeka.com – Menjadi santri di era modern tak melulu soal mengaji kitab kuning dan menghafal Al-Qur’an. Di era digital ini, para santri juga mampu membuktikan taringnya di bidang teknologi. Hal ini dibuktikan oleh tiga siswa kelas 9 MTs International Islamic Boarding School (IIBS) Darul Qur’an, Wonosari dalam sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang berlangsung Selasa (19/5/2026) di ruang ujian KTI lantai 2 Gedung IIBS.
Ujian KTI ini merupakan salah satu syarat kelulusan dan bagian dari proses pembelajaran riset bagi siswa tingkat akhir di MTs Darul Qur’an. Di bawah bimbingan guru sains, Nandang Kuswandi, S.Si, ketiga santri atasnama Muhammad Ghazy Fawaz, Syauqi Mahardika Putra, dan Ahmad Iskan Yaqub sukses menciptakan Smart Cleaning Robot, sebuah robot pembersih lantai pintar yang dirancang khusus untuk mengatasi genangan air di area pondok pesantren.
Ketiga santri tersebut merakit robot dengan memanfaatkan mikrokontroler berbasis ESP32. Menggunakan sasis mobil robot berbahan akrilik yang digerakkan oleh motor DC dan roda, robot ini dipersenjatai dengan tiga sensor ultrasonik HC-SR04 yang dipasang di bagian depan, kanan, dan kiri sebagai sistem navigasi. Untuk mengepel lantai, mereka memasang gagang berbahan stik yang dilengkapi kain pel pada bagian depan robot, diposisikan sangat dekat dengan permukaan lantai agar optimal menyapu air.
Secara teknis, robot ini bekerja secara hybrid- bisa dioperasikan secara manual maupun otomatis. Ketika mode otomatis aktif, robot akan bergerak maju sambil membaca kondisi lingkungan melalui sensor ultrasonik dan sensor air. Jika mendeteksi adanya penghalang di depannya, robot akan berhenti sesaat, bergerak mundur, lalu secara cerdas mencari jalur yang lebih aman dengan berbelok ke arah yang memiliki ruang lebih luas. Hebatnya lagi, melalui konfigurasi Wi-Fi, robot ini dapat dihubungkan ke smartphone atau laptop sehingga bisa dikendalikan secara manual via web interface.
“Smart Cleaning Robot ini kami rancang tentunya dengan harapan dapat mempermudah kegiatan bersih-bersih lantai di pondok. Meski demikian, dari sisi efektivitas dan efisiensinya tentu masih perlu ditingkatkan ke depannya,” ungkap salah satu anggota tim, Muhammad Ghazy Fawaz, usai ujian.
Inovasi ini pun mendapat apresiasi tinggi dari sang pembimbing. Nandang Kuswandi mengaku bangga atas pencapaian anak-anak didiknya yang mampu menyelesaikan tantangan ini dengan baik.
“Saya sangat senang sekali, mereka mampu menyelesaikan problem riset dalam membuat robot kebersihan, dan mampu mempresentasikan dengan baik didepan dewan juri, mengingat waktu sangat singkat mereka menyelesaikannya. Meskipun persiapan mereka tidak banyak, tetapi mereka bisa mempresentasikannya dengan baik di hadapan penguji. Semoga ke depannya bisa dikembangkan dan memberi manfaat sebagai bentuk inovasi teknologi santri DQ (Darul Qur’an),” tutur Nandang bangga.
Keberhasilan menciptakan robot ini bukan sebuah kebetulan. Kelas riset dan ekstrakurikuler robotik merupakan salah satu program unggulan di IIBS Darul Qur’an, bersanding dengan program unggulan lainnya seperti pendalaman bahasa, tahfidz Al-Qur’an, dan kajian kitab kuning.
Tradisi riset di sekolah ini memang tergolong kuat. Sebelumnya, M. Ghazy Fawwas dan timnya bahkan pernah mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam ajang bergengsi Final OMI Riset Nasional di Tangerang, Banten, pada 10 November 2025 lalu. Dalam ajang tersebut, mereka sukses menyabet medali perunggu lewat riset berjudul “Prototype E-Infaq di Pondok Pesantren Sebagai Upaya Mendukung Pondok/Sekolah Digital Berbasis Mikrokontroler Esp32”.
Manajer IIBS Darul Qur’an, Mr. Ahmad Solikin, mengatakan lahirnya Smart Cleaning Robot ini kembali menegaskan bahwa pesantren kini telah menjelma menjadi laboratorium inovasi, tempat para santri bersiap menyongsong masa depan dengan iman, takwa, dan penguasaan teknologi terdepan.
Ia menjelaskan bahwa Smart Cleaning Robot System dirancang sebagai bentuk integrasi antara pendidikan karakter, kecerdasan buatan, dan keterampilan teknis berbasis industri 4.0. Robot ini mampu membantu proses pembersihan area pesantren secara otomatis dengan sistem sensor pintar yang dapat mendeteksi hambatan, mengatur jalur pembersihan, serta bekerja secara efisien untuk menjaga kebersihan lingkungan asrama dan ruang belajar.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa proyek ini melibatkan para santri secara langsung dalam proses riset, desain, hingga pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras robot. Dengan pendekatan tersebut, santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi yang memiliki daya saing global. Program ini sekaligus menjadi wadah pembelajaran kolaboratif yang menggabungkan ilmu agama, sains, teknik, dan kepemimpinan.
“Pesantren hari ini harus mampu melahirkan generasi yang bukan hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam penguasaan teknologi. Kami ingin para santri memiliki keberanian untuk berinovasi dan menciptakan karya yang bermanfaat bagi umat,” ujar Ahmad Solikin.
Terobosan Smart Cleaning Robot System ini juga menjadi bagian dari visi besar IIBS Darul Qur’an dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis smart campus. Ke depan, berbagai pengembangan teknologi lain seperti sistem keamanan pintar, manajemen energi berbasis AI, hingga otomasi layanan pesantren akan terus dikembangkan sebagai langkah nyata menuju pesantren modern yang berdaya saing internasional.
Dengan hadirnya inovasi tersebut, IIBS Darul Qur’an menunjukkan bahwa dunia pesantren mampu bertransformasi menjadi pusat lahirnya teknologi masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk terus beradaptasi dan berkontribusi dalam kemajuan teknologi nasional.
“Jadi kami terus tanamkan optimis pada siswa untuk berinovasi, if someone can do something you can learn how to do it and remember what you are doing right now is creating your future,” tuturnya. (And)
