SYAWALAN MA’ARIF GUNUNGKIDUL, MOMENTUM MEMBANGUN SPIRIT GURU YANG UNGGUL
Wonosari, Gunungkidul (nugeka)— Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai Aula Kampus STAIYO Wonosari pada Rabu, 08 April 2026, ketika keluarga besar LP. Ma’arif NU PCNU Gunungkidul menggelar acara Halal Bi Halal dan Syawalan 1447 H/2026 M. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di bawah naungan LP. Ma’arif NU.
Acara diikuti oleh para kepala, guru, dan pegawai dari jenjang MI serta MTs/SMP yang berada di bawah naungan LP. Ma’arif NU Gunungkidul. Selain itu, hadir pula jajaran pengurus LP. Ma’arif dan para pengawas Kementerian Agama yang selama ini turut membina dan mengawasi madrasah Ma’arif. Kehadiran mereka menambah nuansa kebersamaan, memperlihatkan sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi, dan pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan Islam di Gunungkidul.
Sebelum acara inti dimulai, hadirin disambut dengan lantunan shalawat dari Hadrah MI Wasathiyah. Alunan musik rebana dan suara merdu para siswa menghadirkan suasana religius sekaligus meriah, menjadi pembuka yang indah bagi rangkaian kegiatan Halal Bi Halal dan Syawalan.
Dalam sambutannya, Ketua LP. Ma’arif NU Gunungkidul, Drs. H. Sangkin, M.Pd., menyampaikan pesan motivasi kepada para guru. Beliau menekankan pentingnya semangat belajar yang tidak pernah berhenti, serta dorongan untuk terus berinovasi. “Jangan merasa nyaman dan mudah puas dengan prestasi yang telah ada. Guru Ma’arif harus terus belajar agar lebih baik lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Gunungkidul, Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA, mengingatkan bahwa guru Ma’arif harus benar-benar memahami ilmu yang dimiliki. Dengan pemahaman yang mendalam, guru dapat mengabdi dan bekerja secara profesional, sehingga pendidikan yang diberikan benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Acara semakin bermakna dengan mauidhah hasanah yang disampaikan oleh Kyai Muhammad Tohari, Syuriyah PCNU Gunungkidul. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa madrasah dan sekolah Ma’arif harus tampil sebagai pembeda dari lembaga pendidikan umum. LP. Ma’arif diharapkan menjadi “pesantren alternatif” yang mampu mencetak generasi berakhlak mulia, berilmu, dan berkarakter Islami. Pesan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan Ma’arif bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak dan spiritualitas.
Rangkaian acara berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan. Halal Bi Halal dan Syawalan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan Islam. Kehangatan yang tercipta di Aula STAIYO Wonosari menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong masih menjadi ruh utama dalam keluarga besar LP. Ma’arif NU Gunungkidul.


