Panen Perdana Melon Inthanon, Green House Darul Quran Wal Irsyad Siap Wujudkan Kemandirian Ekonomi Pesantren

Wonosari, (NUGeKa) – Dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi pesantren, Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad Kabupaten Gunungkidul mengadakan kegiatan panen perdana buah Melon Inthanon yang berlangsung pada sabtu, (4/6/2022). Kegiatan panen perdana ini dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Pengasuh PP. Darul Quran Wal Irsyad, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKN, Ketua DPRD Kab. Gunungkidul beserta jajarannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Gunungkidul, Kepala Dinas Pertanian Kab. Gunungkidul, Pimpinan PP. Al Ittifaq Bandung, Ketua Hebitren Korwil DIY dan Rois Syuriah PCNU Gunungkidul.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad, Bank Indonesia dan Pondok Pesantren Al-Ittifaq Bandung sebagai pendamping utama. Panen perdana buah melon jenis Inthanon tersebut merupakan hasil pengembangan budidaya menggunakan teknik budidaya modern berupa Green House. Benih Melon Inthanon ini diproduksi oleh produsen benih terbesar kedua di dunia yaitu Rijk Zwaan di Belanda. Melon Inthanon atau golden emerald ini tergolong melon yang langka di Indonesia. Ciri khas dari melon jenis ini mempunyai kulit golden dengan net yang cantik dan daging buah berwarna hijau yang segar dan menarik. Tekstur daging buahnya lembut dan renyah.

Pengelola Green House, Andre Mardianto mengatakan, untuk panen perdana melon Inthanon yang dihasilkan yaitu sekitar 800 kg lebih. Berat buah rata-rata 1,7 kg. Buah melon yang dipanen tersebut merupakan hasil tanam 1006 pohon dan sudah memasuki usia 75 hari. Sementara tingkat kemanisan buah melon setelah diuji coba menggunakan alat, rata-rata mencapai diatas 15 brix. “Dari awal sampai sekarang masa panen usianya 75 hari dan tingkat kemanisan buahnya sudah dicek brixnya diatas 15, sedangkan standart pasar hanya 12. Perkiraan untuk panen perdana ini sekitar 800 kg lebih,” kata Andre. Lanjutnya, adapun untuk penjualan buah melon tersebut nantinya akan dikirim ke Pondok Pesantren Al-Ittifaq Bandung, Superindo, Yogya Supermarket dan Sayur Box untuk dipasarkan. “Untuk pemasaran kami kirim ke Pesantren Al-Ittifaq, untuk harga tergantung dari sananya. Tapi perkiraan harganya sekitar Rp 25 ribu per kilogram,” katanya.

Bupati Gunungkidul, H. Sunaryanta memberikan apresiasi atas budidaya buah melon yang berhasil dikembangkan oleh Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad. Menurut Beliau, pengembangan budidaya melon menggunakan sistem Internet of Things (IoT) yang mana pengoprasian dan pemantauannya dapat dilakukan dengan HP ini, bisa dikembangkan di pesantren yang lain. Sehingga kedepannya bisa tercipta kemandirian ekonomi pondok pesantren. “Mudah-mudahan Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad menjadi role model tentang kemandirian ekonomi pondok pesantren. Dan semoga bisa diikuti oleh Pondok Pesantren yang lainnya. Sehingga pada akhirnya akan menguatkan pendapatan regional daerah dan menguatkan pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul pada umumnya” ujarnya.

Kontributor & Editor : Imron R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest